Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Coca Cola Mengandung Alcohol???
Setelah sekian lama menjadi misteri, sebuah situs bernama thisamericanlife.org
Perokok Jadi Lebih Bahagia Setelah Berhenti Merokok
Kebanyakan orang merokok untuk mengurangi kecemasan saat mengalami stres. Namun para peneliti justru menemukan berhenti merokok bisa membuat seseorang lebih bahagia, dan efeknya akan terasa selama ia berhasil menghentikan kebiasaannya tersebut.
Kebiasaan Buruk yang Baik untuk Kesehatan
Selama ini kebiasaan buruk selalu identik dengan segala hal yang dapat membahayakan kesehatan seseorang. Tapi ada beberapa kebiasaan buruk yang bisa membantu menunjang kesehatan. Mau tahu?
"Kebiasaan buruk terkadang memungkinkan kita untuk bertindak seperti anak-anak. Tapi yang membuat kebiasaan itu menjadi baik atau buruk adalah keadaan dan juga frekuensinya," ujar Dr Daniel J Carlat, profesor psikiatri dari Tufts University School of Medicine, seperti dikutip dari AOLHealth, Jumat (3/12/2010).
"Kebiasaan buruk terkadang memungkinkan kita untuk bertindak seperti anak-anak. Tapi yang membuat kebiasaan itu menjadi baik atau buruk adalah keadaan dan juga frekuensinya," ujar Dr Daniel J Carlat, profesor psikiatri dari Tufts University School of Medicine, seperti dikutip dari AOLHealth, Jumat (3/12/2010).
Cepat Lupa Karena Rokok
Ketika menghisap rokok, orang akan membawa tar, karbon monoksida dan nikotin ke dalam tubuhnya. Nikotin membuat pembuluh darah semakin menyempit dan menyebabkan aliran darah ke tubuh dan otak menjadi lambat dan akhirnya orang jadi cepat lupa.
600.000 Perokok Pasif Meninggal Per Tahun
Organisasi Kesehatan dunia (WHO) melaporkan satu dari 100.000 orang meninggal karena menjadi perokok pasif. Diperkirakan per tahunnya, 600.000 orang di seluruh dunia meninggal karena perokok pasif
Rokok Menthol Lebih Bersifat Candu
TPSAC (Tobacco Products Scientific Advisory Committee) adalah bagian dari Badan pengawas obat dan makanan Amerika (FDA) memerintahkan untuk meninjau rokok menthol dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Pelarangan atau Pembatasan Bahan Aditif Rokok Diterapkan 2012
Gelaran WHO Framework Convention for Tobacco Control (WHO FCTC) di Uruguay telah usai. Dari semua kesepakatan yang dihasilkan yang paling menarik adalah regulasi pembatasan bahan aditif (tambahan) pada rokok yang akan diterapkan pada 2012. Caranya bisa dikurangi atau dilarang.WHO FCTC memang ingin target pembatasan bahan aditif rokok ini dipercepat. Namun tarik ulur dengan asosiasi
ROKOK ITU BAHAYA !!!
Rokok mengandung lebih dari 4000 zat-zat dan 2000 diantaranya telah dinyatakan berdampak buruk untuk kesehatan kita, antara lain adalah bahan radioaktif (polonium-201) dan bahan-bahan yang digunakan di dalam cat (acetone), obat gegat (naphthalene), racun serangga (DDT),pembersih lantai (ammonia), racun anai-anai (arsenic), gas beracun (hydrogen cyanide) yang kerap digunakan di kamar gas maut bagi tahanan yang menjalani hukuman mati, serta masih banyak lagi. Zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar, Nikotin dan Karbon Monoksida. Tar mengandung kurang lebih empat puluh tiga bahan yang menjadi penyebab kanker atau yang disebut dengan karsinogen. Nikotin merupakan zat dalam rokok yang dapat menyebabkan ketagihan, inilah sebab dari para perokok sulit sekali untuk berhenti merokok. Nikotin merupakan zat pada rokok yang beresiko menyebabkan penyakit jantung, 25 persen dari para pengidap penyakit jantung disebabkan oleh kegiatan merokok.Tidur Dalam Kegelapan Bisa Hindari Depresi
Tidur dengan suasana pengeksposan cahaya dapat membuat perubahan di otak yang bisa mengarah pada mood yang buruk, termasuk depresi, menurut sebuah studi.
Penemuan ini bisa menjelaskan mengapa pekerja-pekerja dengan shift malam, yang biasa terekspos oleh cahaya pada malam hari, beresiko terkena mood yang buruk serta, ujar para penelitian. Demikian seperti yang dikutip dari Live Science, Kamis ( 18/11/2010).
Perokok Pasif Berisiko Tinggi Menjadi Budek
Satu lagi bukti bertambah bahwa menjadi perokok pasif sama berisikonya dengan perokok aktif. Penelitian terbaru menemukan bahwa perokok pasif berisiko tinggi mengalami gangguan pendengaran alias budek.
Alergi Akibat Telepon Seluler
Alergi terhadap telepon seluler kemungkinan disebabkan oleh logam nikel yang terkandung di dalamnya. Seseorang yang alergi akan mengalami ruam yang muncul di daerah pipi, rahang atau telinga secara bersamaan.
Ini Akibatnya Jika Tidak Sarapan
Sudah sarapankah Anda hari ini? Alasan terburu-buru dan ingin menurunkan berat badan kadang membuat orang mengabaikan saran. Mengabaikan sarapan berarti Anda menanggung risikonya?
Wanita Perokok Berisiko Lahirkan Anak Nakal?
Kebiasaan merokok pada wanita yang sedang hamil tak hanya membahayakan kesehatan. Tapi juga berisiko bagi perkembangan anak.
Mengidap Disleksia, Da Vinci dan Picasso Sukses!!!
Siapa yang tidak kenal dengan dua pelukis dunia Pablo Picasso dan juga Leonardo da Vinci. Baru-baru ini para ilmuwan menemukan bahwa rahasia sukses keduanya adalah disleksia alias sulit membaca dan mengeja.
Main Tetris Kurangi Stres Pasca Trauma
Video game klasik Tetris mungkin dapat menyediakan layanan yang lebih dari hanya sekedar permainan. Menurut sebuah studi di Oxford University, bermain Tetris dalam beberapa jam setelah mengalami trauma dapat mencegah kilas balik, yang disebut gejala stres post-traumatik (pascatrauma).
Kenapa Orang Perlu Main Bulu Tangkis?
Buat orang Indonesia dan Asia umumnya, permainan bulutangkis alias badminton sudah menjadi olahraga yang merakyat. Ternyata dari hasil penelitian, olahraga ini memang layak dimainkan dan lebih unggul ketimbang tenis.
Bulutangkis adalah olahraga raket yang biasanya dilakukan di dalam ruangan. Bulutangkis bisa menjadi bentuk latihan aerobik yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina.
Sifat Negatif Penggila SMS dan Jejaring Sosial
Remaja alias Anak Baru Gedhe yang ketagihan SMS-an berdasarkan penelitian, ternyata cenderung menyukai hal-hal beraroma seks. Selain itu ABG yang terbiasa menerima dan mengirim SMS sekitar 120 kali dalam sehari juga rentan mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang.
Langganan:
Postingan (Atom)
RSS Feed
Twitter

